|
Laser Energi Rendah Lengkapi Fasilitas IRM Kabar gembira bagi pasien dalam tahap pengembalian fungsi tubuh pasca pengobatan.Tahun ini, RS PMI Bogor menambah fasilitas untuk Instalansi Rehabilitasi Medik (IRM), yakni alat laser berenergi rendah. Kehadiran alat ini melengkapi sarana dan prasarana IRM yang sudah tersedia di RS PMI Bogor, seperti fisioterapi, terapi wicara, dan terapi okupasi.
Kepala IRM RS PMI Bogor dr Herman Mulyono mengatakan, laser berenergi rendah bermanfaat menangani kasus reumatik dan keluhan nyeri pinggang atau lutut. Ia memastikan, cara kerjanya yang sederhana akan membuat pasien nyaman menggunakan alat tersebut. Saking nyamannya, antusias pasien menggunakan fasilitas laser begitu tinggi. “Cara kerjanya sederhana. Cukup dengan menempelkan sinar laser di tempat nyeri,” ujar dokter spesialis rehabilitasi medik itu. Adapun beragam fasilitas IRM yang dapat dinikmati pasien RS PMI Bogor. Salah satunya, layanan fisioterapi yang bertujuan mengembalikan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional sesuai potensi pasien. Rumah sakit yang berlokasi di jantung Kota Bogor itu juga telah menyediakan alat modalitas fisik dengan teknologi tinggi untuk mempercepat proses penyembuhan pasien. Khususnya, bagi pasien dengan keluhan nyeri pinggang, lutut, rematik, patah tulang, gangguan tumbuh kembang anak, stroke, dan sesak dengan gangguan saluran napas. Sementara, layanan terapi wicara ditujukan bagi pasien yang mengalami hambatan berkomunikasi secara verbal. Misalnya, pasien stroke yang mengalami gangguan bicara atau menelan, anak dengan gangguan wicara disertai gangguan pendengaran atau keterlambatan bicara. Tak hanya itu, layanan ini juga bermanfaat bagi pasien yang mengalami gangguan wicara pada bibir sumbing atau celah langit, autisme, gangguan belajar, dan konsentrasi. Lainnya, fasilitas terapi okupasi. Terapi ini ditujukan bagi pasien stroke gangguan fungsi tangan, gerak, keterlambatan perkembangan anak, gangguan konsentrasi, dan autisme. Fungsinya, meningkatkan kemandirian pasien, mencegah kecacatan dengan mengadaptasi tugas, alat, dan lingkungan. ”Latihan untuk aktivitas sehari-hari dan waktu luang dapat disesuaikan dengan pekerjaan pasien,” kata anggota Satuan Medis Fungsional itu. Kedepan, RS PMI Bogor berencana menyediakan unit hidroterapi dengan metode menyerupai spa yang bermanfaat untuk pasien post stroke dan kasus nyeri. Layanan lainnya yang akan menyusul adalah fasilitas gymnasium bagi pasien stroke dan post trauma. Nantinya, ruangan tersebut akan dilengkapi terapi berjalan dan kelas senam. Beragam manfaat yang ada dalam gymnasium membuat fungsinya semakin berkembang. “Pasien selain stroke memungkinkan untuk menggunakan gymnasium,” ujar pria kelahiran Surabaya itu. Ia berharap pelayanan RS PMI Bogor dapat terus berkembang. Salah satunya, membuka layanan IRM jenis ortotik prostetik. Yakni, bidang pelayanan rancang bangun, pembuatan dan pemasangan alat bantu bagi pasien yang mengalami keterbatasan. Contohnya, untuk pembuatan kaki palsu. “Ini masih harapan saya. Karena perlu biaya tinggi untuk mewujudkannya,” pungkas pria kelahiran 1956 itu sembari tersenyum. (*) |