|
Peningkatan kasus baru hemodialisa sebesar 33% per tahunnya. Hemodialisa adalah suatu prosedur dimana darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan beredar dalam sebuah mesin diluar tubuh yang disebut dialyzer.
Hemodialisa adalah suatu prosedur dimana darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan beredar dalam sebuah mesin diluar tubuh yang disebut dialyzer. Kegunaan mesin ini adalah sebagai pencegahan pada gagal ginjal akut yang pembentukan kemihnya sangat sedikit, sebagai pengobatan jangka panjang untuk gagal ginjal kronis atau sebagai pengobatan sementara sebelum penderita menjalani pencangkokan ginjal. Pada gagal ginjal akut, hemodialisa dilakukan hanya selama beberapa hari atau beberapa minggu, sampai fungsi ginjal kembali normal, dan bisa digunakan untuk membuang obat tertentu atau racun dari tubuh. Pada gagal ginjal kronis, hemodialisa dilakukan jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ginjal tidak mampu membuang limbah metabolik atau jika penderita tidak dapat lagi melakukan kegiatannya sehari-hari. Rumah sakit pmi bogor adalah rumah sakit satu – satunya di kota bogor yang telah memiliki unit pelayanan hemodialisa bagi masyarakat Bogor. Pelayanan hemodialisa dibuka untuk pertama kalinya pada tahun 2002 tepatnya pada bulan agustus. Dalam memberikan pelayanan hemodialisa bagi masyarakat bogor, rumah sakit PMI telah memiliki tenaga ahli di bidangnya, dari dokter sub spesialis di bidang nefrologi hingga perawat mahir di bidang hemodialisa, serta 4 unit mesin hemodialisa telah tersedia. Sejak dibukanya unit pelayanan hemodialisa di RS PMI Bogor sejak tahun 2002 hingga tahun 2007, terjadi peningkatan pasien baru yang cukup signifikan. Tercatat di ruangan hemodialisa sebesar 33 % pasien baru setiap tahunnya bertambah yang akan melakukan hemodialisa. Total pasien pada akhir tahun 2006 sebanyak 70 pasien yang melakukan hemodialisa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pada awal tahun 2007 rumah sakit pmi bogor memperluas kembali ruangan hemodialisa dan menambah kapasitas mesin hemodialisa sebanyak 3 unit. RS PMI Bogor tidak membedakan pasien dalam memberikan pelayanan hemodalisa bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat bogor, hal ini dibuktikan dengan di terimanya semua pasien dari berbagai status, baik pasien yang bayar umum, askes maupun askeskin |